Sukatani, band punk dari Purbalingga, diminta klarifikasi oleh polisi atas lagu yang mengkritik korupsi. Apakah ini benar-benar upaya memahami, atau bentuk represi terselubung terhadap kritik seni?
Blog
-

Antara Hak Seniman dan Kuasa AI
Bagaimana AI mengubah dunia seni? Dari protes seniman hingga perdebatan tentang hak cipta dan orisinalitas, esai ini mengupas ketegangan antara hak seniman dan kuasa AI dalam menciptakan karya.
-

Artificial Intelligence, Ketimpangan, dan Engels’ Pause
Bagaimana kecerdasan buatan (AI) memperdalam ketimpangan ekonomi? Apakah kita mengalami Engels’ Pause baru?
-

Pasca AI Action Summit Paris, AI Dunia Terpecah Menjadi Dua Blok
AI Action Summit di Paris berakhir tanpa kesepakatan global, memicu perpecahan dunia dalam dua blok AI: regulasi ketat vs. kebebasan inovasi. Apa dampaknya bagi masa depan teknologi, bisnis, dan etika AI?
-

Google Longgarkan Etika AI, Perang Berbasis AI Akan Makin Lumrah?
Google resmi melonggarkan etika AI dengan menghapus larangan penggunaan AI dalam senjata dan pengawasan. Apakah ini akan mempercepat normalisasi perang berbasis AI?
-

AI Terlalu Sopan? Bahaya Bias Keinginan Sosial di ChatGPT
ChatGPT dan AI lainnya cenderung selalu sopan dan menghindari kontroversi. Tapi apakah ini masalah?
-

Dipecat AI? Begini Cara Mesin Menilai Emosi Kita dan Risikonya
Bagaimana AI menilai emosi manusia dan apa risikonya? Kasus Anthea Mairoudhiou yang dipecat karena evaluasi AI menunjukkan bahaya ilusi pemahaman dalam emotion recognition.
-

Hak Cipta dan Ilusi Kreativitas AI
Paul McCartney dan seniman lain menolak RUU yang mengizinkan AI menggunakan karya berhak cipta tanpa izin. Di era AI, hak cipta bukan sekadar urusan kompensasi, tetapi juga tentang bagaimana manusia memahami dan mempertahankan kreativitas. Apakah kita masih cukup peduli untuk melindunginya?
-

Menuju Kecerdasan Buatan Generasi Baru dan Tantangan Etisnya
Perkembangan kecerdasan buatan generasi baru tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga tantangan etis. Apakah kita siap memikul tanggung jawab ini?

