Tren gambar AI bergaya Studio Ghibli menunjukkan bahwa kita lebih tertarik pada imajinasi yang dekat dan dikenali, bukan yang liar dan tak berakar.
Kategori: Catatan
-

40 Persen Pekerjaan Terancam AI, Lalu Kita Disuruh Belajar Ulang?
Ketika 40 persen pekerjaan dunia diperkirakan terdampak oleh AI, reskilling dijadikan solusi utama. Tapi benarkah semua orang punya akses untuk belajar ulang?
-

Artificial Intelligence dan Perlambatan Yang Membekas
Di tengah dunia yang terus mempercepat segalanya lewat kecerdasan buatan, Ramadan datang membawa perlambatan yang menyentuh batin. Sebuah refleksi tentang jeda, kehadiran, dan makna yang tak bisa digantikan oleh teknologi.
-

Belajar dari Skandal Signalgate
Skandal Signalgate memperlihatkan bagaimana teknologi terenkripsi bisa disalahgunakan untuk menyembunyikan praktik kekuasaan tanpa pengawasan. Artikel ini mengajak kita memahami risiko shadow governance di era digital dan pentingnya tata kelola komunikasi yang akuntabel.
-

Regulasi AI Masih Belum Jelas? Perusahaan Harus Mulai dari Etika Sendiri
Banyak perusahaan mulai menggunakan AI generatif tanpa arahan yang jelas. Di tengah ketidakpastian regulasi pemerintah, inisiatif etika internal menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan dan mengurangi risiko.
-

Shadow AI dan Pudarnya Agensi Manusia di Tempat Kerja
Penggunaan AI tanpa jejak resmi makin umum di tempat kerja. Tapi apakah kita masih punya peran penuh dalam proses berpikir dan membentuk pengetahuan?
-

Manusia, AI, dan Pikiran yang Diperluas
AI seperti TwinMind bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga berpotensi menggantikan proses berpikir manusia. Jika pikiran kita kini diperluas oleh teknologi, apakah kita masih memiliki kendali penuh atas cara kita mengingat, berpikir, dan mengambil keputusan?
-

Deepfake Di Antara Hiburan Dan Eksploitasi
Deepfake semakin lazim digunakan dalam meme dan satir politik, tetapi di balik hiburan itu ada ancaman eksploitasi yang nyata. Dari pornografi digital hingga propaganda, teknologi ini membawa dampak yang lebih serius dari yang kita kira.
-

Kenapa Kita Bersikap Sopan pada AI yang Tak Berperasaan?
Kita sering memperlakukan AI percakapan seperti ChatGPT, Gemini, atau Siri secara sopan, padahal jelas AI tak berperasaan. Apakah interaksi dengan AI mencerminkan karakter moral kita sendiri?

