AI semakin pintar memberi jawaban dan rekomendasi. Tapi apakah kemampuan mengolah data dan menemukan pola otomatis membuat AI punya wisdom? Dan haruskah kita menyerahkan keputusan penting kepada AI?
Kategori: Catatan
-

Beti, Bento, dan Nama-nama lainnya
Nama bukan sekadar penanda. Ia bisa menjadi tempat ingatan, emosi, dan hubungan berdiam. Lalu, apa sebenarnya yang kita lakukan ketika memberi nama kepada seseorang atau sesuatu?
-

Industri Percekcokan Di Tengah Kita
Debat politik di TV dan media sosial sering terlihat seperti diskusi publik. Tetapi banyak di antaranya hanyalah pertunjukan konflik. Sebuah industri percekcokan yang hidup dari perhatian kita.
-

Kemarahan Kita Tampaknya Bukan untuk Tyas
Kemarahan kita mungkin bukan tentang satu kalimat. Ia adalah gema dari kekecewaan yang lebih lama—tentang keadilan, kepercayaan, dan arah negeri yang terasa makin goyah.
-

Seolah-olah Urusan Etika
Setiap kritik terhadap penguasa sering kali dibelokkan. Bukan isinya yang dibahas, melainkan etika si pengkritik. Nada, adab, dan sopan santun dipersoalkan, sementara substansi perlahan dilupakan.
-

Artificial Intelligence Apa Adanya
AI sering kita bayangkan seperti makhluk hidup. Padahal ia hanya alat. Yang berubah justru cara kita bercerita, dan dari situlah tanggung jawab manusia perlahan ikut menghilang.
-

Siapa yang Sebenarnya Memaknai: Kita ataukah Mesin?
Mesin bisa memahami bahasa, tapi belum tentu makna. Lalu, siapa sebenarnya yang memaknai: manusia ataukah sistem yang sekadar menghitung tanda-tanda?
-

Angka dan Cerita 0,00017%
Statistik bisa menghibur penguasa, tapi menyakiti mereka yang jadi korban. Karena nyawa manusia tak pernah bisa diperas jadi 0,00017 persen.
-

Bahaya Cara Kita Memahami AI
AI sering dianggap sebagai makhluk tunggal yang bisa berpikir dan memilih sendiri. Cara pandang ini menyesatkan dan berbahaya, terutama saat tanggung jawab manusia mulai kabur.
-

Kalau Semua Diambil Mesin, Siapa Lagi yang Mau Menulis?
Kita makin sering bertanya pada mesin dan lupa siapa yang dulu menulis jawaban-jawaban itu. Tapi kalau semua diambil oleh AI, siapa lagi yang akan menulis?
