Author: pobox.yayan@gmail.com

  • Perimbangan Kekuasaan dalam Praktek Pendidikan

    Perimbangan Kekuasaan dalam Praktek Pendidikan

    Absensi perimbangan kekuasaan tersebut terwujud karena kekuasaan tenaga kependidikan lebih kuat dengan legitimasi lewat kewajiban-kewajiban para peserta didik dengan penegasan lewat seluruh sanksi yang jelas yang ditimpakan atas pelanggarannya. Sementara, hak-hak peserta didik tak mampu mengimbanginya, karena kontrol balik terhadap kewajiban-kewajiban para tenaga kependidikan juga tak bisa diselengarakan.

    (more…)

  • Dari Demi Moore Sampai Nirwan Dewanto

    Dari Demi Moore Sampai Nirwan Dewanto

    Baik sebagai resipien maupun kreator,apada tahun ini kaum muda kita masih menampilkan wajah gusarnya. Seolah-olah kegusaran telah menjadi bahasa ujaran mereka. Dan kesemuanya itu menimbulkan kecurigaan ideologis dari ganerasi tua yang agak berlebihan.

    (more…)

  • Di Balik Pembunuhan Bayi Haram

    Di Balik Pembunuhan Bayi Haram

    Aiblah yang menjadi sanksi moral yang diganjarkan oleh masyarakat kepada siapapun yang bunting atau beranak tanpa pernikahan. Meskipun begitu aib bukanlah bagian dari konsep moral, melainkan bagian dari konsep sosial.

    (more…)

  • Mistik Magis dan Kebudayaan Esok

    Mistik Magis dan Kebudayaan Esok

    Barangkali memang harus dicatat bahwa kepercayaan dan praktek mistik magis secara hakiki bercorak sosial. Sangat jarang atau bahkan tak ada mistik magis yang sejak awal keberangkatannya bercorak individual atau personal. Dan justru pada coraknya itulah muncul beberapa kerepotan sosial.

    (more…)

  • Ketika Mahasiswa ‘Wild at Symposium’

    Ketika Mahasiswa ‘Wild at Symposium’

    Walk out yang dilakukan peserta simposium itu boleh jadi berpangkal pada suatu pengalaman traumatik atas kemacetan komunikasi politik dalam birokrasi saat ini. Mereka tampak mengalami ketidakpercayaan yang akut terhadap birokrasi. Oleh karena itu di mata mahasiswa, komunikasi langsung dengan pucuk-pucuk pengambil keputusan merupakan jalan yang dapat menyelamatkannya dari gig-gigi trauma yang boleh jadi akan merobek-robek dirinya.

    (more…)

  • SDSB, Potret Srategi Kebudayaan Kontemporer

    SDSB, Potret Srategi Kebudayaan Kontemporer

    Berpikir legalistik dan formal menghasilkan manusia-manusia taklid dan dogmatis. Cara pandang legalisme dan formalisme memang tidak mementingkan pemahaman makna yang dikandungnya, melainkan cukup ketaatan pada format aturan. Oleh karenanya yang lahir kemudian adalah corak kebudayaan yang reaktif, sebab kreativitas mengandaikan daya kritis yang tajam dan bukan ketaklidan.

    (more…)

  • Penerbitan Mahasiswa: Buaya atau Cicak?

    Penerbitan Mahasiswa: Buaya atau Cicak?

    Persepsi romantis — yang lebih sering ‘menyesatkan’ — tentang mahasiswa yang serba galak dan cerewet terhadap realitas sosial politik terbentuk karena kekhilafan dalam melihat berbagai perubahan yang tengah berlangsung terus dalam masyarakat.

    (more…)

  • Sisi Lain Kasus-kasus Penipuan

    Sisi Lain Kasus-kasus Penipuan

    Penipuan pertama-tama terjadi tidak ditentukan oleh perbedaan kapasitas intelegensia, melainkan lebih ditopang oleh kesenjangan kekuasaan dalam masyarakat. Kesenjangan ini terbentuk sebagai akibat terjadinnya penumpukan dan pemusatan kekuasaan di salah satu pojok ruang sosial politik, yang sekaligus memperlemah kekuasaan di pojok lainnya.

    (more…)

  • Denok-denok Kita dan ‘Kindergarten Cop’

    Denok-denok Kita dan ‘Kindergarten Cop’

    Rekayasa kultural semacam itu hanya menimbulkan revolusi mental yang membuat para bocah terlampau cepat memasuki wilayah orang dewasa tanpa kematangan jiwa. Produknya adalah mereka yang pada gilirannya menjadi generasi yang serba gamang, resah dan rapuh sebab meraka teralienasi dari dunianya sendiri. Pada kondisi demikian boleh jadi jangan terlalu berharap akan kemunculan kemandirian dan kebebasan yang menjadi modal bagi kreativitas.

    (more…)

  • Inflasi Tugu: Hipokrisi Kebudayaan

    Inflasi Tugu: Hipokrisi Kebudayaan

    Ini mungkin sekali terjadi pada masyarakat yang kultur kekuasaan tradisionalnya masih kuat. Dalam kultur kekeuasaan tradisional, secara statik sejarah dipandang sebagai rentetan peristiwa-peristiwa masa lalu tentang kekalahan dan kemenangan suatu kekuatan dan kekuasaan, yang pada gilirannya dijadikan alat legitimasi kekuasaannya dimasa kini dan masa depan.

    (more…)